Kamis, 03 Juli 2014

Haruskah Menghujat Pemimpin?

Tanggal 9 Juli 2014 adalah hari penyelenggaran pemilu presiden di Indonesia. Menjelang pemilu suhu politik di negeri ini terasa semakin panas. Masyarakat terseret dalam hiruk pikuk mendukung pilihannya, dan membuat perbandingan-perbandingan dengan pesaingnya. Setiap hari kita bisa menyaksikan serangan-serangan melalui media masa, sosial media, dan bahkan selebaran-selebaran gelap. Beberapa kali saya membaca di sosial media postingan yang berisi hujatan dan kutukan yang ditujukan kepada beberapa pemimpin di negeri ini. Kontestasi pilpres memang melibatkan beberapa pemimpin di negeri ini. Pada saat tulisan ini ditulis, seorang anggota timses mengatakan lewat twitternya capres saingannya adalah "sinting". Kemudian dibalas oleh pendukung capres yang dikatakan sinting tadi, dengan demo dan hujatan yang sama. Terlepas dari ada beberapa pemimpin yang tidak bekerja dengan baik untuk rakyatnya, koruptif, diskriminatif, dan melakukankegiatan lainnya yang merusak negeri ini, haruskah kita menghujat para pemimpin negeri ini? Bagaimana Alkitab menyoroti hal ini. Apa kata Tuhan buat kita sebagai rakyat yang dipimpin?

Selasa, 01 Juli 2014

Perbaharui Pikiranmu [3]: Milikilah pikiran Kristus ...

Memiliki pikiran Kristus, mungkinkah? Bagaimana memiliki pikiran Pencipta alam semesta, sedangkan kita adalah salah satu ciptaanNya? Bukankah memikirkan yang ada di bumi ini saja sudah sangat rumit? Tetapi firman Tuhan berkata lain "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kolose 3:2). Jadi ini adalah perintah. Saudara dan saya harus memikirkan tentang kerajaan surga, dimana Yesus Kristus sebagai rajanya. Ini yang menarik: walaupun kita tinggal di bumi, tetapi kita harus memiliki pikiran surgawi, yaitu pikiran Kristus. Paulus paling tidak telah mengakuinya pada 1 Korintus 2:16 "Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus."  

Jumat, 27 Juni 2014

Perbaharui Pikiranmu [2]: Perbesar kerangka berpikirmu...!!



Iman adalah sikap memercayai sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia, tapi mungkin bagi Tuhan. Tetapi iman tidak akan terealisasi jika iman dihambat oleh pikiran. 1 Yohanes 5:4 mengatakan cukup dengan iman kecil kita dapat mengalahkan masalah yang besar. "sebab semua yang lahir dari Tuhan, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." Tetapi iman yang ada pada diri kita itu tidak dapat mengalahkan dunia jika dibatasi oleh pikiran kita. Inilah masalah besar yang sedang kita alami. Kita datang ke gereja, atau kita membaca firman Tuhan, kemudian iman kita muncul dan bertumbuh. Tetapi apa yang terjadi kemudian adalah iman yang besar itu menjadi sia-sia karena masih memiliki pikiran yang tidak sebesar iman itu. Pikiran yang sempit menghambat iman yang besar.

Selasa, 17 Juni 2014

Menjadi Kuat & Menang (1): Belajar dari Yefta

Kisah Yefta dipilih karena dia memiliki sikap yang perlu kita tiru saat menghadapi masalah. Apa yang menarik dari Yefta? Dia melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan oleh manusia, ketika manusia merasa kuat dan mampu menghadapi masalah.Oleh karena itu dia masuk dalam daftar "hall of fame" pejuang iman di Kitab Ibrani. Ibrani 11:32-34 menuliskan sebagai berikut: 


11:32. Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, 
11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 
11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

Jumat, 13 Juni 2014

Perbaharui Pikiranmu [1]: Pikiranlah yang membuat manusia pertama jatuh dalam dosa

Kerinduan saya sudah cukup lama ingin berbagi tentang pikiran. Kalau disuruh memilih, saya lebih suka dikotbahi, karena saya masih banyak kelemahan dan perlu terus diubahkan. Terus terang buat saya ini menjadi tantangan, yang seharusnya dapat diatasi setahap demi setahap agar kita berubah menjadi manusia yang lebih baik. 

Karena pikiran sangat berpengaruh pada kehidupan, maka topik ini selalu dapat perhatian sepanjang masa. Namun syukur pada Tuhan, Tuhan juga telah memberikan perhatian yang besar tentang pikiran. Alkitab begitu banyak menjelaskan bagaiman seharusnya anak Tuhan mengelola pikirannya.

Rabu, 04 Juni 2014

C - U - K - U - P


Mengapa topik "Cukup" perlu menjadi bagian dalam Yesus Jalan Keluar? Alasannya karena sikap tidak pernah merasa cukup berpotensi akan menimbulkan masalah. Pembahasan topik ini dapat dikategorikan sebagai tindakan preventif (pencegahan), sehingga konten Blog Yesus Jalan Keluar tidak hanya berurusan dengan tindakan menghadapi masalah, tetapi juga bagaimana mencegah supaya masalah tidak terjadi.

Kamis, 08 Mei 2014

Dibalik masalah, ada berkat

Kata-kata "Dibalik masalah, ada berkat" mungkin saudara sudah sering mendengar atau membacanya. Semua agama bahkan ateis sekalipun percaya akan hal ini. Manusia di muka bumi ini memahami bahwa masalah adalah sesuatu yang harus ditaklukkan, jika ingin bertahan hidup (survive). Jika masalah dapat ditaklukkan maka akan diperoleh kemenangan, yang dalam kesempatan ini saya sebut sebagai berkat. Mari kita belajar dari pengalaman Ishak ketika dia mengalami masalah kelaparan di negerinya (Keluaran 26). Mari kita lihat perkara-perkara rohaninya