Senin, 13 Oktober 2014

Hadapi masalah, naikkan levelmu !!


Ketika menghadapi masalah, ada bermacam-macam reaksi yang timbul dari seseorang. Reaksi ini sering kali akan menentukan seperti apa akhirnya penyelesaian masalah. Reaksi terhadap masalah dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari cara berpikir (mind set) hingga kebiasaan-kebiasaan yang terekspresi tanpa disadari. Seorang teman memiliki kebiasaan mengeluarkan kata-kata negatif ketika menghadapi masalah misalnya: "mati aku!", atau "aku tak mampu", atau "mana mungkin sembuh!". Padahal apa yang dikatakannya atau apa yang dipikirkannya belum tentu terjadi seperti itu. Tuhan Yesus mengingatkan hal ini dengan mengatakan "Jadilah kepadamu, menurut imanmu" (Matius 9:29)

Selasa, 09 September 2014

Hadapi masalah, pakai otakmu ...!

Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan seorang teman di salah satu sosial media, bunyinya seperti ini :

"Mendadak kambuh sakit mataku yang sebelah kanan. Manakah yang harus aku lakukan: menengking si iblis, ataukah meneteskan obat mata yang memang sudah tersedia disamping kananku?"

Pertanyaannya cukup menjebak juga. Ada beberapa teman yang menolong menjawab, dari jawaban yang sangat rohani hingga jawaban yang sangat praktis. Ada yang mengatakan berdoa, ada yang mengatakan teteskan obat mata, dan ada juga yang mengatakan berdoa dan teteskan air mata.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Belajar Kegagalan Raja ASA

PENGANTAR
  Belajar dari kegagalan seseorang memberikan manfaat antara lain:
  - Menghindari kegagalan yang sama terjadi pada kehidupan kita.
  - Digunakan sebagai alat untuk bertumbuh lebih baik menuju arah kesempurnaan.
   





Ada yang mengatakan bahwa hidup itu (dalam konteks kesuksesan) tidak selalu berada diatas, ada saatnya berada dibawah. Tetapi sejatinya tidak ada orang yang mau gagal bukan? Secara pribadi sayapun tak suka kegagalan. Oleh karena itu saya suka dengan ayat yang menjanjikan "apa saja yang diperbuatnya berhasil!" (Mazmur 1:3) Jika kesuksesan dan kegagalan kita jadikan sama saja jenisnya, yang kita sebut sebagai tantangan, maka seharusnya kesuksesan dan kegagalan adalah sesuatu yang harus kita hadapi bukan? Sebab kesuksesan dan kegagalan memiliki peluang sama yaitu 50%. Mari kita belajar pada Raja Asa. Pada kehidupan Raja Asa kita dapat mempelajari kedua-duanya, kesuksesan dan kegagalan.

Rabu, 06 Agustus 2014

Belajar kegagalan MARKUS

PENGANTAR

Belajar dari kegagalan seseorang memberikan manfaat antara lain:
  - Menghindari kegagalan yang sama terjadi pada kehidupan kita.
  - Digunakan sebagai alat untuk bertumbuh lebih baik menuju arah kesempurnaan.






Markus adalah salah satu penulis Injil. Dia bukan murid Yesus. Selain dikenal sebagai Markus, dia juga dikenal sebagai Yohanes. Bersama Injil Matius dan Lukas, Injil Markus disebut sebagai Injil Sinoptik, yaitu Injil yang ditulis berdasarkan apa yang dilihat atau didengar. Jadi gaya penulisannya sama, seperti sebuah laporan (reportase). Berbeda dengan Yohanes yang menulis Injil berdasarkan roh. Injil Markus adalah Injil pertama yang ditulis, sebelum Injil Matius, Lukas, dan Yohanes. Injil Markus dianggap yang paling akurat menjelaskan perjalanan pelayanan Yesus di dunia. Mari kita lebih dalam mempelajari Markus. 

Selasa, 05 Agustus 2014

Belajar Kegagalan PETRUS

PENGANTAR

Belajar dari kegagalan seseorang memberikan manfaat antara lain:
  - Menghindari kegagalan yang sama terjadi pada kehidupan kita.
  - Digunakan sebagai alat untuk bertumbuh lebih baik menuju arah kesempurnaan.






Cukup banyak kisah menarik dari Simon Petrus. Dari kisah tersebut kita dapat membuat kesimpulan bahwa Petrus memiliki pribadi yang unik dan menonjol dibanding dengan murid-murid Yesus lainnya. Dia dapat tiba-tiba eksplosif (meledak-ledak) tetapi seketika juga dapat berubah menjadi loyo. Saya percaya diantara kita ada yang memiliki sikap seperti Petrus itu. 

Sabtu, 05 Juli 2014

Belajar Kegagalan DAUD

PENGANTAR

Belajar dari kegagalan seseorang memberikan manfaat antara lain:
  - Menghindari kegagalan yang sama terjadi pada kehidupan kita.
  - Digunakan sebagai alat untuk bertumbuh lebih baik menuju arah kesempurnaan.



Daud adalah raja Israel kedua menggantikan Raja Saul. Berdasarkan Kisah Rasul 13:22 Daud disebutkan sebagai orang berkenan di hati Tuhan, berikut ini ayatnya "Setelah Saul disingkirkan, Tuhan mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Tuhan telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." atau dalam bahasa Inggris dia adalah "A Man after God's Own Heart"

Kamis, 03 Juli 2014

Haruskah Menghujat Pemimpin?

Tanggal 9 Juli 2014 adalah hari penyelenggaran pemilu presiden di Indonesia. Menjelang pemilu suhu politik di negeri ini terasa semakin panas. Masyarakat terseret dalam hiruk pikuk mendukung pilihannya, dan membuat perbandingan-perbandingan dengan pesaingnya. Setiap hari kita bisa menyaksikan serangan-serangan melalui media masa, sosial media, dan bahkan selebaran-selebaran gelap. Beberapa kali saya membaca di sosial media postingan yang berisi hujatan dan kutukan yang ditujukan kepada beberapa pemimpin di negeri ini. Kontestasi pilpres memang melibatkan beberapa pemimpin di negeri ini. Pada saat tulisan ini ditulis, seorang anggota timses mengatakan lewat twitternya capres saingannya adalah "sinting". Kemudian dibalas oleh pendukung capres yang dikatakan sinting tadi, dengan demo dan hujatan yang sama. Terlepas dari ada beberapa pemimpin yang tidak bekerja dengan baik untuk rakyatnya, koruptif, diskriminatif, dan melakukankegiatan lainnya yang merusak negeri ini, haruskah kita menghujat para pemimpin negeri ini? Bagaimana Alkitab menyoroti hal ini. Apa kata Tuhan buat kita sebagai rakyat yang dipimpin?